Monday, January 20, 2014

Perawan

marahlah sesukamu, sejadi-jadinya
gagal jadi pemenang
mustahil jadi yang pertama
tak akan kau pernah perawani aku
karena habis aku dengan pria malam itu
lima tahun lalu
jauh sebelum aku mengenalmu
jauh sebelum aku mengerti
apalah arti sebuah kesucian

marahlah sesukamu, sejadi-jadinya
jangan kau panggil aku lacur
aku hanya membayar apa itu
yang disebut kenikmatan
dan terlalu dini
rapuh sampai tak sanggup berontak
kau lihat tangan pria yang kuat itu
yang pernah mencengkram pergelangan tanganku

marahlah sesukamu, sejadi-jadinya
aku dulu pernah sebersih itu
apa yang kau sebut gadis perawan
yang harum bagai kembang desa
embun pagi hari dengan senyum menggoda santun
dan dada yang bersembunyi malu
atau birahi yang belum lahir
malah bau matahari anak sekolah

marahlah sesukamu, sejadi-jadinya
kau bilang enggan rasanya menciumku lagi
setelah kau tahu betapa kotornya gadismu
kau kira aku tidur dengan lima pejantan
yang kau pikir semua nafsuku
jangan kau panggil aku lacur
lima tahun lalu
aku pernah perawan

1 comment: