Mungkin pada lembut kecup bibirmu, Tuhan sisipkan sititik sentuhan surga.
Bersama kalimat-kalimatmu, aku tenggelam dalam janjimu.
Bersama kalimat-kalimatmu, aku tenggelam dalam janjimu.
Mungkin pada manja rayumu, luluh amarahku bisa meleleh.
Bersama rengekan kekanak-kanakanmu, aku tak mampu membenci.
Bersama rengekan kekanak-kanakanmu, aku tak mampu membenci.
Mungkin pada kokohnya pundakmu, penat keluh kepalaku menghilang.
Bersama peluhku yang menetes, bebanku larut.
Mungkin pada hangatnya pelukmu, dinginnya acuh hatiku mencair.
Sekali lagi, aku benar-benar tak mampu membenci.
Bersama peluhku yang menetes, bebanku larut.
Mungkin pada hangatnya pelukmu, dinginnya acuh hatiku mencair.
Sekali lagi, aku benar-benar tak mampu membenci.
Mungkin pada teduhnya senyummu, sedihku memudar.
Bersama tawa dan lelucon bodoh, air mataku larut dalam bahagia.
Bersama tawa dan lelucon bodoh, air mataku larut dalam bahagia.
Mungkin pada perginya sosokmu, separuh dari diriku menghilang.
Bersama bayanganmu yang semu, aku mencoba menemukan aku.
Bersama bayanganmu yang semu, aku mencoba menemukan aku.
No comments:
Post a Comment