Friday, September 12, 2014

Bapak

setelah tadi bertempur dengan siang yang ganas
dan debu jalanan yang lebih mirip angin gurun
hingga kau temui rembulan yang bulat kuning telur
masih perutmu bernyanyi, lantunan lagu keroncong

dan kaki-kaki kecil yang berlarian mengelilingi
rumah petak yang lebih mirip gubuk anyam bambu
dan senyum adinda yang habis dipeluk kerut keriput
masih hutang-hutang, turun deras bagai hujan-hujan

lalu kau ingat janji membelikan mobil mainan
sebab si bungsu hari ini berulang tahun, dan si sulung
kemarin juara satu, sepatu adik jebol, pak. nyeri.
malam ini kaupun enggan pulang dengan tangan kosong

No comments:

Post a Comment